Berita

EVALUASI APLIKASI TRICHODERMA DAN PGPR PADA TANAMAN TEMBAKAU

Evaluasi aplikasi Trichoderma dan PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria) pada tanaman tembakau bertujuan bersama Dinas pertanian Kabupaten Kendal dan PPL Ringinarum di kelompok tani sejombor untuk mengetahui efektivitas keduanya dalam meningkatkan pertumbuhan, kesehatan tanaman, dan hasil panen.
Beberapa aspek yang dapat dievaluasi meliputi:
Pertumbuhan tanaman
Tinggi tanaman.
Jumlah daun.
Luas daun.
Diameter batang.
Panjang dan bobot akar.
Kesehatan tanaman
Intensitas dan kejadian penyakit, terutama penyakit layu dan busuk akar.
Tingkat serangan hama.
Kondisi perakaran.
Produktivitas
Jumlah daun panen.
Berat daun segar dan kering.
Hasil panen per hektare.
Mutu daun tembakau (warna, tekstur, elastisitas, dan aroma).
Efisiensi pemupukan
Pengurangan kebutuhan pupuk kimia.
Efisiensi penyerapan unsur hara, terutama nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).
Analisis ekonomi
Biaya aplikasi Trichoderma dan PGPR.
Peningkatan hasil panen.
Nilai keuntungan (R/C Ratio atau B/C Ratio).
Indikator keberhasilan
Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan seragam.
Akar lebih banyak dan sehat.
Kejadian penyakit menurun.
Produksi daun meningkat.
Kualitas daun tembakau lebih baik.
Penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi tanpa menurunkan hasil.
Pendapatan petani meningkat.
Secara umum, aplikasi Trichoderma berfungsi sebagai agen hayati yang menekan jamur patogen sekaligus memperbaiki kesehatan tanah, sedangkan PGPR merangsang pertumbuhan tanaman melalui produksi hormon, membantu penyerapan unsur hara, dan meningkatkan ketahanan terhadap cekaman. Kombinasi keduanya sering memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan penggunaan salah satu secara terpisah, asalkan diaplikasikan dengan dosis, waktu, dan kondisi lahan yang tepat.

Share :